Sinopsis
Selama berabad-abad, deadly arts atau seni mematikan telah disempurnakan oleh mereka yang dikenal sebagai Para Master. Di antara Para Master, ada Para Master Racun dari Lima Keluarga Besar memegang kekuatan dan pengaruh yang paling menakutkan. Hikaru Gero, pewaris Keluarga Gero dari Para Master Racun, telah menjalani seluruh hidupnya di dunia gelap, jauh dari cinta atau pernikahan.
Namun ketika kepala Keluarga Gero menetapkan bahwa adiknya harus melahirkan seorang pewaris untuk melestarikan garis keturunan, dengan paksa, Gero bertekad untuk melindunginya dengan segala cara. Saat itulah Hikaru bertemu dengan Mei Kinosaki, seorang penipu perjodohan yang brilian, Mei pun menjadi target pekerjaan terbarunya. Menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah suksesi keluarga dan melindungi adiknya adalah melalui pernikahan, Hikaru secara impulsif meminta bantuan Mei untuk menemukan seorang calon istri. Demikianlah, dengan penipu yang licik, Mei, sebagai penasihatnya, pembunuh elit Hikaru memulai misi paling menantang dalam hidupnya: menemukan seorang istri!
Komentar
Riezal Guntara – KAORI Newsline
* Tulisan ini mengandung Spoiler
Sebelumnya, sebagai disclaimer saya masih membaca beberapa chapter saja dari manga seri ini dan belum sampai ke chapter terbaru. Jadi pendapat saya disini lebih menonjolkan dari pengalaman menonton anime sampai dengan episode 3.
Hal paling menarik dari anime MARRIAGETOXIN adalah anime ini bergenre romcom (komedi romantis), tapi memiliki unsur aksi yang bisa dibilang bagus. Mungkin sekilas kombinasi inii terasa familiar, tapi ada beberapa alasan kenapa seri ini layak ditonton.
Anime ini disutradarai Motonobu Hori, sutradara yang sama dengan anime Carole & Tuesday. Berdasarkan pengarahan beliau, anime ini memiliki beberapa percakapan yang diubah, dan yang paling lucu adalah pada episode 3 ketika Gero bicara serius dengan Himekawa. Himekawa berkata “kukira dirimu pacaran dengan Kinosaki”. Di versi manga adegan itu dibalas Gero dengan “DIA LAKI-LAKI,” tapi di anime menjadi “Dia penasihat pernikahanku”. Momen tersebut lumayan lucu bila diperhatikan.
Untuk bagian animasi (Yokoyama Isao) dan desain karakter (Sako Yurika), MARRIAGETOXIN versi anime memiliki gambar yang lumayan mirip dengan versi manga-nya (Yoda Mizuki), meskipun tidak 100% sama karena media gambarnya berbeda. Animasi saat battle pada episode 2 dan 3 memiliki kualitas yang baik dan sangat bisa dinikmati meskipun anime ini bergenre komedi romantis. Sempat terjadi sedikit kesalahan gambar pada episode 1 saat Gero membersihkan wajah, di mana posisi luka Gero berubah. Selain itu sampai epsiode 3 tidak terlalu ada masalah.
Sementara untuk musiknya, saya tidak terlalu bisa membahasnya secara mendalam, baik musik background ataupun opening/ending. Menurut saya ada saat musiknya bagus dan ada saat musiknya biasa saja, tapi overall bisa saya sebut musiknya memang standard saja (dan juga tidak bisa dibilang “jelek”). Saya berharap background musik saat adegan serius atau pertarungan bisa membuat adegannya lebih mencekam.
Akhirnya bisa saya katakan anime MARRIAGETOXIN yang memiliki pergerakan cerita lambat dan banyak komedi santainya, meskipun ada bagian pertarungannya yang serius. Anime ini tetap bisa dinikmati saat santai. Akhir kata, MEI KINOSAKI CANTIK BANGET AMPUN!
Fakta dan Data
| Judul Utama | Marriagetoxin |
| Judul Jepang | マリッジトキシン |
| Karya Asli | Manga karya Joumyaku dan Yoda Mizuki |
| Pengisi Suara | Anna Nagase sebagai Kyouko Himekawa Haruka Shiraishi sebagai Akari Gero Haruki Ishiya sebagai Hikaru Gero Shion Wakayama sebagai Mei Kinosaki |
| Sutradara | Motonobu Hori |
| Penulis Naskah | Kimiko Ueno |
| Desain Karakter | Yurika Sako |
| Lagu Pembuka | “Kill or Kiss” oleh Yurina Hirate |
| Lagu Penutup | “Shake Na Baby” oleh AKASAKI |
| Studio | Bones Films |
| Platform Streaming | Muse Asia |
| Situs Resmi | https://www.marriagetoxin-anime.com/ |
| Media Sosial | |
| Jadwal Tayang | 07 April 2026 (21.00 WIB) |












