Wawancara dengan Krim, Talent Manager dan Staf dari Project:LIVIUM!

0
Krim, salah satu staf dan talent manager dari Project:LIVIUM (Foto: Clemens Pujoh)

Dalam pergelaran Comifuro 22 pada 16-17 Mei 2026 lalu di ICE BSD, Tangerang, salah satu agensi VTuber dari Indonesia, Project:LIVIUM, membuka booth dalam acara ini di mana mereka memperkenalkan beragam hal baru usai absen di Comifuro 21. Berlokasi di booth AC-08/09, kehadiran mereka memberikan kesan tersendiri dengan hadirnya standee dan banner yang kreatif dan unik yang seolah membuat pengunjung ingin beristirahat sejenak di booth-nya.

Tim KAORI berkesempatan untuk berbincang sejenak dengan salah satu staf Project:LIVIUM yang juga menjadi talent manager, yaitu Krim. Ketika kami berkunjung, booth ini memang selalu ramai dikunjungi oleh berbagai macam pengunjung. Bahkan kami mesti harus berbaris terlebih dahulu karena lokasinya yang selalu ramai, sebelum dapat kesempatan untuk berbincang dengan yang menjaga booth tersebut.

Penasaran? Inilah petikan wawancara kami KAORI bersama Krim dari Project:LIVIUM

Bisa Memperkenalkan Diri Siapa Nama Anda?

Baik, nama saya Krim, saya salah satu staf dari Project:LIVIUM dan talent manager untuk Lillis Infernalies, salah satu VTuber dari Project:LIVIUM Chapter: 02.

Menurut Anda, Apa Tantangan Terbesar Agar Bisa Bertahan di Industri VTuber Saat Ini?

Menurut saya tantangan terbesar yang dihadapi adalah tetap menjaga rasa kekeluargaan dan disaat yang bersamaan mengurangi gap di ranah komunitas, khususnya antara fans lama dan baru.

Selain itu kami selalu bernavigasi di industri VTuber, khususnya terkait hal-hal baru yang bisa saja aman dan yang harus dihindari. Itu sebabnya kami selalu beradaptasi dan fleksibel setiap hal tersebut.

Posisi kami yang unik di ranah VTuber juga menjadi ciri khas dan tantangan tersendiri, hal ini diperkuat dari komunitas kami yang sejak awal berdiri. Kami prioritaskan untuk memperkuat dan mempererat solidaritasnya terlebih dahulu. Sehingga ketika mau mengintegrasikan hal baru, baik dari segi pendatang baru yang mau bergabung maupun ide baru, bisa lebih mulus dan diterima oleh komunitas.

Bagaimana Solusi Anda dalam Menghadapi Tantangan Terbesar Tersebut?

Solusi kami dulunya adalah kami sering mengajak beragam komunitas melalui acara-acara online buatan kami. Selain itu, sejak 2023, kami selalu konsisten menyelenggarakan berbagai acara, baik secara online maupun offline, dengan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi, termasuk komunitas kami. Hal ini bertujuan agar terus mempererat antar komunitas sekaligus memberikan pengalaman yang memorable.

Bagaimana Harapan Anda untuk Industri VTuber di Indonesia ke Depannya?

Mengenai harapan untuk ke depannya, semoga industrinya jadi lebih rame dari segi partisipan VTuber yang ikut maupun fans baru. Selain itu kami juga berharap banyak orang awam yang akan semakin tertarik dengan VTuber sehingga industri ini semakin dikenal secara luas.

Hadirnya Project:LIVIUM Chapter: 03 ditambah dengan audisinya yang masih berlangsung hingga saat ini, memberikan kesan bagi fans VTuber. Apa yang membuat hadirnya chapter baru ini terasa spesial bagi Anda?

Bagi saya, ketika Chapter: 03 diperkenalkan pertama kali, antusiasme dari komunitas kami memang luar biasa karena ini pertama kalinya Livium memperkenalkan VTuber pria melalui chapter terbarunya. Dan kenyataan bahwa timing audisinya juga amat bertepatan memberikan kesan yang diluar dugaan bagi kami secara positif.

Hadirnya Chapter: 03 juga tidak terlepas dari riset yang kami lakukan secara bertahun-tahun terhadap industri serta pasar VTuber, baik di Indonesia maupun seluruh dunia secara lengkap dan detail. Selain itu kami juga berdiskusi dengan talent, sesama staf, dan bahkan komunitas mengenai hadirnya chapter baru dan talent pria bagi agensi kami sebelum memperkenalkannya.

Persaingan di ranah VTuber semakin ketat setiap harinya, terutama di 2026 ini. Bagaimana cara Project:LIVIUM tetap relevan dan terus berkembang hingga saat ini?

Menurut saya agar Project:LIVIUM tetap bisa relevan dan terus berkembang hingga sekarang, yang pertama adalah setiap talent dari Livium dibebaskan untuk berinteraksi dan berkolaborasi selain dengan sesama VTuber.

Selain cara tersebut agar tidak terjebak oleh bubble VTuber, juga menghasilkan kolaborasi yang amat dikenang komunitas VTuber seperti Squad Kocak.

Kedua, kami selalu memberikan kontribusi yang positif ke komunitas melalui acara offline maupun online yang kami selenggarakan, termasuk beragam kejutan di setiap acaranya.

Ketiga dan paling krusial, kami tetap menjaga komunikasi selalu positif untuk seluruh pihak yang berkomunikasi dengan kami, agar selain mengurangi potensi friksi juga memperkuat dan mempererat hubungan dengan sesama.

—————————

Terima kasih untuk wawancaranya Krim. Semoga Project:LIVIUM semakin sukses dan berkembang untuk ke depannya!

KAORI Newsline | Wawancara oleh Eriq Affandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.