
Perusahaan pengembang gim asal Jepang, Marvelous, secara resmi mengonfirmasi berakhirnya kemitraan bisnis dan modal (capital and business alliance) bersama anak perusahaan Tencent Group, Image Frame Investment. Pengumuman resmi yang disampaikan pada Jumat, 31 Juli 2026 ini mengonfirmasi rumor yang sempat dihembuskan oleh laporan Bloomberg pada bulan lalu terkait rencana penarikan investasi Tencent dari sejumlah studio gim asal Jepang.
Baca juga: Reincarnated in a Mafia Dating Sim Diadaptasi menjadi Anime!
Berakhirnya aliansi bisnis yang telah terjalin selama enam tahun tersebut dipicu oleh niat Image Frame Investment untuk menjual seluruh kepemilikan saham mereka di Marvelous. Langkah strategis ini diambil menyusul adanya revisi portofolio investasi serta perubahan kebijakan alokasi modal dari induk perusahaan mereka, Tencent Group.
Perubahan Struktur Pemegang Saham dan Pembatalan Gim Mobile
Akibat dari penarikan modal ini, Tencent beserta afiliasinya secara resmi kehilangan status sebagai pemegang saham utama di Marvelous. Saham sebanyak 12,17 juta lembar yang sebelumnya dimiliki oleh Image Frame Investment akan didistribusikan kepada pihak Marvelous, SBI Securities, serta satu perusahaan bisnis Jepang lainnya. Setelah restrukturisasi ini, mantan Presiden Sega sekaligus CEO Amuse Capital saat ini, Hayao Nakayama, diperkirakan akan menjadi pemegang saham terbesar di Marvelous, disusul oleh CEO Marvelous, Haruki Nakayama.
Dampak langsung lainnya dari pengakhiran kemitraan ini adalah pembatalan proyek pengawasan gim seluler (mobile game) dari waralaba populer Story of Seasons. Tencent Group secara resmi menghentikan proses pengembangan gim tersebut yang lisensinya telah ditandatangani sejak tahun 2019, dengan mengutip alasan efisiensi lingkungan bisnis dan tingkat profitabilitas. Kendati pengembangannya dihentikan, perjanjian lisensi itu sendiri dikabarkan masih berlaku, sehingga hubungan bisnis antara Tencent dan Marvelous tidak sepenuhnya terputus total.
Baca juga: Gim Bungo Stray Dogs: Tales of the Lost Tutup Layanan Akhir Juli 2026
Pergeseran Strategi Investasi Industri Gim Jepang
Perubahan strategi investasi Tencent yang kini lebih memprioritaskan efisiensi modal dan stabilitas pemegang saham merupakan dampak dari perubahan lingkungan bisnis di pasar Tiongkok. Mengingat grup konglomerat tersebut sempat melakukan investasi secara agresif ke berbagai studio pengembang gim Jepang sekitar tahun 2020, pengamat industri menilai bahwa Marvelous bukanlah satu-satunya studio yang bakal terdampak oleh revisi kebijakan investasi terbaru dari Tencent ini.
KAORI Newsline | Sumber













