Senin, 30 November 2020 kemarin, Acer meluncurkan salah satu produk terbarunya dalam lini Predator, yakni Predator Helios 300. Bersamaan dengan peluncuran laptop gaming tersebut, Acer juga mengumumkan tentang program mereka yang bertujuan membangkitkan kreativitas anak bangsa, yakni #PredatorIndoPride.

Pada kesempatan kali ini, Acer menggandeng salah satu seniman ternama Indonesia, yakni Darbotz. Dalam kolaborasi ini, Acer merilis laptop Predator Helios 300 x Darbotz, yakni laptop limited edition yang memiliki ciri khas unik, yakni bagian cover dari laptop tersebut dilukis tangan oleh Darbotz sendiri.

“Mengapa Acer Predator Helios 300 dipilih sebagai laptop yang cocok untuk kolaborasi ini?”
Tentu saja, karena laptop ini merupakan laptop yang mampu memberikan performa yang tergolong sangat gahar, dengan kehadiran prosesor Intel Core i7-10750H yang memiliki 6 core dan 12 thread, serta mengusung SSD sampai dengan 1TB yang memakai dual slot M.2 NVMe dengan konfigurasi RAID 0, serta kartu grafis NVIDIA RTX 20 series. Tak lupa juga, Acer mengimplementasikan Intel Wi-Fi 6 (Gig+) – standar terbaru yang akan sangat membantu entah itu saat gaming, maupun saat berkreasi. Dengan ini, Acer menyatakan bahwa target audiens mereka untuk laptop ini tidak hanya gamers yang ingin performa kencang saat bermain game, namun juga para content creator yang ingin tetap berkreasi di manapun mereka berada.

Untuk harga dan ketersediaan laptop Predator Helios 300 x Darbotz (PH315-53), laptop ini akan tersedia secara pre-order pada Acer e-Store, Blibli, dan toko Predator Store Makassar (Genius Computer). Seperti yang tertulis di awal artikel, laptop hasil kolaborasi antara Darbotz dengan Acer ini akan dipasarkan secara terbatas. Baik pembelian versi Darbotz maupun regular, akan mendapatkan T-shirt spesial yang didesain oleh Darbotz, tentu saja dalam persediaan terbatas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pre-order Predator helios x Darbotz, anda bisa mengunjungi laman ini untuk mendapatkan informasi ketersediaan produk di Indonesia.
KAORI Nusantara | Liputan oleh Aulia Nabih
















Kolaborasi Predator Helios 300 dengan Darbotz ini memang sangat unik, terutama karena sentuhan hand-painted pada cover laptopnya. Jarang sekali ada laptop gaming yang berani tampil se-artistik ini, jadi sangat menarik bagi kreator yang juga ingin perangkat dengan estetika personal.
Berbicara mengenai spesifikasi yang “gahar” dengan Intel Core i7 dan kartu grafis RTX, saya jadi teringat betapa krusialnya sistem manajemen daya pada laptop seperti ini. Performa setinggi itu tentu membutuhkan asupan energi yang sangat stabil. Sering kali pengguna fokus pada CPU atau GPU, tapi melupakan betapa vitalnya kualitas power supply https://serverorbit.com/power-supplies/power-module/power-accessories atau adaptor bawaan agar perangkat bisa bekerja maksimal tanpa throttling atau masalah stabilitas saat dipakai rendering berat. Aksesori pendukung daya yang mumpuni benar-benar menjadi kunci supaya investasi di perangkat berperforma tinggi ini tidak sia-sia.
Kira-kira menurut kalian, apakah desain artistik seperti ini akan menjadi tren baru bagi laptop high-performance di masa depan, ataukah performa teknis tetap akan jadi satu-satunya hal yang paling dicari oleh para content creator?