Peringatan: Mengandung Spoiler
Crayon Shinchan merupakan anime Jepang yang sudah tidak asing bagi penduduk Indonesia. Terutama yang tumbuh besar ketika animenya tayang di jaringan Televisi Swasta RCTI setiap hari minggu pagi. Saya berkesempatan mengikuti acara premier film layar lebar terbarunya yang masuk bioskop tanah air. Film ini dibawakan oleh CBI Pictures melalui ADK sebagai pemegang lisensi.
Film dimulai dengan adegan Pasukan Pelindung Kasukabe yang beranggotakan Shinchan, Nene, Masao, Bo, dan Kazao berjalan di padang pasir. Mereka melakukan perjalanan untuk mengalahkan monster Kare. Ternyata adegan itu hanya menggambarkan penampilan drama panggung mereka untuk sebuah lomba dikota mereka. Hadiah dari lomba itu perjalanan ke sebuah kota di Negara Bagian Kashmir, India. Dalam perjalanannya, Shinchan dan Bo iseng ke sebuah toko antik di India. Mereka melihat-lihat dan berjalan ke bagian terdalam toko. Mereka Menemukan lemari yang berisikan sebuah barang berbentuk hidung. Bo dan Shinchan lalu pergi ke kasir. Sang kasir tampak acuh ia mengira itu beli dari tempat obral. Beberapa jam Bo dan Shinchan pergi, datang lah dua polisi bernama Dil dan Kabir. Mereka mencari barang pusaka berbentuk hidung.
Menjadi Anime Musikal
Salah satu kejutan dalam film Crayon Shinchan kali ini adalah adegan Musikal. Dalam beberapa adegan kita bisa menonton karakter-karakter di dalam anime ini bernyanyi dan berdansa. Koreografi tariannya pun seperti film-film India. Bagian terkuatnya ketika ada adegan Shinchan berada di pasar setelah terpisah dari yang lain, dan tentu saja bagian Duo Detektif India yaitu Dil dan Kabir. Penonton akan teringat tarian di video klip Tunak Tunak Tun.
Tentu ini bukanlah film Shinchan pertama. Namun karena penulis sudah lama tidak menonton Shinchan, ada rasa senang ketika menonton film ini. Salah satunya karakter yang tidak berubah. Nene yang masih kesengesem dengan Hiroshi- Papa dari Shin-chan. Kazao yang memiliki pengetahuan yang luas, dan Shiro juga ikut dalam perjalanan ke India ini, bahkan menjadi guru dari Masao yang penakut untuk bertahan hidup ketika tersasar. Bo masih memiliki sifat yang tenang walau dia menjadi antagonis di film ini. Dan ada sebuah kejutan di mana Karakter bernama Agriana yang rupanya diperankan oleh seiyu Asami Seto.
Penggambaran India yang Kuat
Visual Background berhasil menangkap suasana daerah di India, terutama dia bagian jalanan. Kita bisa melihat Masao menginjak tahi sapi di jalanan. Tim background juga berhasil menangkap aktivitas pedagang kaki lima yang ada di jalanan kota di India. Tim sound artist juga berhasil menangkap suasana jalanan kota India yang ramai, serta bunyi klakson mobil yang selalu mengiringi di tiap adegan yang berda di jalanan kota. Tidak kelupaan makanan kari juga menjadi sorotan utama dalam film anime ini. Dimakan dengan Nasi, Roti Naan atau Chaapatti.
Kesimpulan
Film Crayon Shinchan ini sangat menghibur, dan memiliki visual yang bagus. Adegan Musikal tidak boleh dilewatkan karena merupakan sajian utama film ini. Dan tentu saja film ini boleh ditonton bersama keluarga atau bersama teman demi nostalgia. Film ini sudah bisa ditonton di sejumlah bioskop di Indonesia.
KAORI Newsline | Oleh Andira Irawan










