
Kabar terbaru kembali datang dari proyek anime historis yang paling dinanti musim ini. Bersamaan dengan jadwal penayangan perdana adaptasi animasinya di televisi Jepang pada hari Kamis, 2 Juli 2026, komite produksi The World Is Dancing secara resmi meluncurkan video lagu pembuka (Opening Movie). Pengumuman masif ini membawa angin segar bagi para pencinta dorama sejarah dan kebudayaan pop tradisional Jepang, terutama setelah serial ini sukses menyabet Penghargaan Spesial di ajang Short Shorts Film Festival karena kualitasnya yang luar biasa.

Lagu tema pembuka yang berjudul “shusho” tersebut dibawakan oleh grup band rock papan atas, Macaroni Empitsu, di bawah naungan label bergengsi TOY’S FACTORY. Kuartet berbakat yang digawangi oleh Hattori (Vokal & Gitar), Kenya Takano (Bass), Yoshiaki Tanabe (Gitar), dan Daiki Hasegawa (Keyboard) ini memiliki rekam jejak yang mengagumkan di industri musik Jepang. Setelah sukses merayakan hari jadi ke-10 di Stadion Yokohama dan menyelesaikan hall tour di 19 kota, mereka juga bersiap menggelar arena tour besar di 7 kota mulai Oktober mendatang. Bersamaan dengan perilisan video ini, pesan video komentar khusus dari para personel band juga telah dirilis secara resmi melalui akun X @wid_anime untuk menyapa para penggemar.
Keindahan Artistik Monokrom dan Sentuhan Kaligrafi Satoshi Nemoto
Video pembuka di atas menampilkan pendekatan seni visual yang sangat menawan dan memiliki sentuhan estetik yang berbeda dari gaya animasi utama di dalam serinya. Visualnya secara dinamis bertransisi dari dunia monokrom hitam-putih yang kontras dan kelam menuju ledakan warna-warni yang cerah dan semarak. Transisi ini dengan indah berhasil menangkap energi dinamis sekaligus nuansa kefanaan hidup (ephemerality) yang menjadi inti emosional dari cerita teater ini.
Baca juga: Anime The World Is Dancing Rilis Trailer Final dan Lagu Ending Unnamed Flower
Daya tarik estetika tradisional dalam video pembuka ini terasa semakin kental berkat keterlibatan kaligrafer ternama, Satoshi Nemoto. Seluruh penulisan nama staf dan kredit produksi yang muncul di sepanjang sekuens video pembuka, termasuk penulisan nama sang sutradara Toshimasa Kuroyanagi, dikerjakan secara manual menggunakan tulisan tangan kaligrafi yang sangat anggun. Satoshi Nemoto sendiri merupakan sosok seniman kaligrafi yang dipercaya untuk merancang draf desain logo huruf resmi (official title lettering) untuk judul serial ini.

Ilustrasi Selebrasi Spesial dari Kreator Legendaris Takehiko Inoue
Kejutan terbesar dalam momentum perayaan Episode 1 ini adalah hadirnya ilustrasi selamat dari mangaka legendaris Jepang, Takehiko Inoue, sang kreator di balik mahakarya komik olahraga Slam Dunk yang sirkulasinya melampaui 140 juta kopi, serta komik samurai Vagabond. Usut punya usut, Kazuto Mihara selaku komikus orisinal dari The World Is Dancing ternyata memiliki ikatan profesional yang kuat di masa lalu, di mana ia pernah menimba ilmu dan bekerja sebagai asisten di bawah bimbingan langsung Takehiko Inoue.
Baca juga: World Is Dancing: Pesona Seni Tari Noh dalam Anime, Tayang Juli 2026!
Ilustrasi eksklusif yang digambar dengan goresan tangan khas Inoue tersebut menampilkan pesona visual sang karakter utama, Oniyasha, dengan gaya arsiran yang begitu hidup, detail, dan emosional. Kisah Oniyasha (diisi suara oleh Yumiri Hanamori) yang berjuang mencari eksistensi arti menari di tengah konflik komite Istana Utara dan Selatan tahun 1374 ini tampaknya benar-benar mendapatkan dukungan penuh dari sang mentor. Karakter pendukung penting lainnya seperti Ashikaga Yoshimitsu (CV: Takahiro Sakurai) dan Kan’ami (CV: Katsuyuki Konishi) juga siap membawa penonton menyelami sejarah teater Noh berusia 600 tahun ini.
Bagi #Kaoreaders di tanah air, penayangan legal untuk serial besutan studio Cypic ini kini bisa kalian saksikan secara gratis dan mudah melalui takarir bahasa Indonesia di kanal streaming resmi Muse Indonesia. Dengan visual video opening yang digarap sangat puitis dan dukungan penuh dari para maestro industri kreatif, The World Is Dancing siap menyajikan tontonan sejarah yang memukau di sepanjang paruh tahun ini. Jangan sampai kelewatan untuk mengikuti petualangannya ya, #Kaoreaders!
KAORI Newsline














