Skena esports Asia Tenggara baru saja dikejutkan dengan sebuah pengumuman transformatif dari salah satu nama besarnya. Merek gaming asal Malaysia yang sangat legendaris, TODAK, mengumumkan evolusi besar besaran menuju fase TODAK 2.0 pada 4 Maret 2026. Melalui ekspansi ke Indonesia yang dipimpin oleh Shinta W. Dhanuwardoyo, perusahaan ini resmi mengubah haluan mereka dari pengelola tim kompetitif menjadi merek performa gaya hidup esports global pertama, lengkap dengan status baru sebagai sponsor resmi untuk turnamen bergengsi MPL Indonesia.

Identitas Baru dan Berhentinya Operasional Tim
Mengutip langsung dari siaran pers resminya, fase baru ini ditandai dengan perubahan identitas visual yang penuh makna. Mereka memperkenalkan elemen “Battle Scar” atau luka pertempuran pada sirip logo khasnya. Simbol ini merepresentasikan ketangguhan, rentetan tantangan yang telah dilewati, pelajaran berharga yang dipetik, serta kesiapan penuh untuk melangkah lebih kuat di babak berikutnya.
Baca juga: 3 Mantan Coach Tim Indonesia Siap Berebut Slot Terakhir Wildcard M7 World Championship!
Seiring dengan identitas baru tersebut, TODAK secara resmi telah menghentikan seluruh operasional tim esports dan membubarkan daftar pemain (roster) kompetitif mereka terhitung sejak 1 Januari 2026. Keputusan besar ini diambil murni sebagai bagian dari reposisi jangka panjang untuk membangun fondasi ekosistem yang jauh lebih berkelanjutan dan berdampak luas.
Sang pendiri, Azlan Zainal, menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak meninggalkan dunia esports. Ia menyatakan bahwa TODAK dibangun dari semangat kompetitif dan komunitas. Di era 2.0 ini, fokus mereka justru diperluas untuk membangun merek performa gaya hidup yang lahir dari Asia Tenggara dan mampu bersaing di panggung global. Baginya, ini bukanlah sebuah akhir perjalanan, melainkan sebuah evolusi besar.
Kemitraan Strategis Dua Musim dengan MPL Indonesia
Sebagai wujud nyata dari komitmen mereka terhadap ekosistem esports tanah air, TODAK 2.0 resmi diumumkan sebagai mitra penyedia kursi gaming dan pernak pernik resmi (Official Gaming Chair and Official Merchandise Partner) untuk turnamen Mobile Legends terbesar di tanah air. Kemitraan ini akan berjalan selama dua musim kompetitif penuh di tahun 2026.

Dukungan tersebut mencakup panggung MPL Indonesia Season 17 dan Season 18, serta liga pengembangannya yaitu MDL Indonesia Season 13 dan Season 14. Kolaborasi strategis ini meliputi integrasi kursi gaming resmi secara langsung di atas panggung kompetitif, pengembangan produk khusus penggemar, serta berbagai aktivasi komunitas di sepanjang musim bergulir.
Shinta W. Dhanuwardoyo selaku Presiden Direktur PT TODAK Nusantara Group menjelaskan bahwa keikutsertaan di MPL adalah strategi krusial jangka panjang perusahaan. Ia ingin menghadirkan produk yang relevan secara gaya hidup sekaligus mendukung performa atlet dengan standar kualitas global, menjadikan MPL sebagai ruang kolaborasi ideal untuk terus berkontribusi secara nyata.
Peluncuran TODAK Throne 2.0 dan Tiga Pilar Strategis
Menyelaraskan diri dengan langkah besar tersebut, TODAK juga mengumumkan peluncuran kursi gaming generasi terbarunya, yaitu TODAK Throne 2.0. Kursi ini dirancang secara khusus untuk mendukung sesi permainan intens berdurasi panjang dengan desain dan warna baru yang segar seperti White, Grey, Black on Black, White Logo, serta edisi kolaborasi khusus MPL. Produk ini ditargetkan rilis pada awal kuartal kedua 2026.
![]()
Transformasi menyeluruh TODAK 2.0 ini akan ditopang dengan sangat kuat oleh tiga pilar strategis utama. Pilar pertama adalah “Performance Products”, yaitu fokus pada pengembangan lini produk berbasis performa seperti kursi gaming, perlengkapan, dan pakaian. Seluruh produk ini dirancang dengan menggabungkan fungsi, ergonomi, dan identitas gaya hidup yang tetap berakar pada DNA esports kompetitif.
Pilar kedua adalah “Community and League Partnerships”. Ini merupakan wujud komitmen kemitraan strategis dengan liga, turnamen, dan tim esports. Pendekatan ini memastikan brand tersebut tidak hanya sekadar numpang lewat sebagai sponsor, tetapi hadir sebagai mitra yang benar benar tumbuh bersama ekosistem dan komunitas gaming secara berkelanjutan.
Baca juga: myBCA ICC x INACON 2025 – 25-26 Oktober 2025, JICC Jakarta
Pilar ketiga adalah “Cultural and IP Expansion”, yang mencakup pengembangan kekayaan intelektual (IP) dan kolaborasi kreatif lintas industri guna memperluas pengaruh mereka di tingkat regional maupun global. Melalui pilar ini, mereka turut memperkuat lini pendidikan lewat program TODAK Academy yang menaungi calon pemain profesional hingga manajemen eksekutif esports.
Langkah menghentikan tim kompetitif demi membangun ekosistem gaya hidup esports berskala global adalah sebuah pertaruhan bisnis yang sangat berani dan patut diapresiasi. Lewat inisiatif kampanye bermain gim yang sehat (healthy gaming), brand ini membuktikan kedewasaan mereka di industri hiburan digital. Kalian bisa mengunjungi situs resminya di tautan berikut. Mari kita nantikan bersama bagaimana kursi gaming terbaru dan inovasi mereka mewarnai panasnya panggung MPL musim ini.
KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.











