Indonesia telah lama dikenal sebagai negara penghasil talenta terbaik di dunia untuk pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Namun, ada sisi lain dari ekosistem esports Mobile Legends tanah air yang tersorot pada fase Wild Card ajang M7 World Championship, yaitu kemampuannya mencetak pelatih kelas dunia.
Di babak Wild Card kali ini, ada tiga coach yang memulai perjalanan kepelatihan mereka di skena MLBB Indonesia dan kini sedang memimpin tim dari tiga region berbeda untuk merebut 2 slot tersisa menuju babak Swiss Stage M7, yaitu Tezet (Bootsgate Esports), FlySolo (Virtus.pro), dan Vren (Guangzhou Gaming).
Tak hanya para player, ketatnya persaingan di skena esports MLBB tanah air ternyata juga berhasil menempa para pelatih tersebut untuk melangkah ke panggung global. Berkat pengalaman tersebut, mereka sama-sama berhasil mengantarkan tim asuhannya di match pembuka dengan meraih skor kemenangan 2-0 dan memposisikan timnya sebagai kandidat serius untuk lolos ke fase berikutnya.
Di antara ketiga pelatih tersebut, Tezet adalah satu-satunya coach asal Indonesia yang harus bertanding di ajang M7 dari fase Wild Card. Pelatih dengan nama asli Yosua Sanger ini menangani Bootsgame Esports asal Turki sejak April 2025. Hanya dalam dua musim kompetisi, ia berhasil membawa timnya lolos ke ajang M7 World Championship setelah meraih posisi runner-up di ajang MTC Turkiye Championship Season 6.
Sebelumnya, Tezet mulai naik daun sebagai pelatih setelah berhasil mengangkat AURA Fire dari keterpurukan dan mengantarkan mereka dua kali finis di posisi ketiga di MPL ID Season 9 dan 10 pada 2023 lalu. Setelah memberi hasil terbaik untuk tim sejak mulai bergabung di ajang MPL ID, ia akhirnya melatih beberapa tim Indonesia lainnya dan hijrah ke Turki.
Hal serupa saat ini juga dialami oleh coach FlySolo dan Vren. Meskipun merupakan warga Filipina, Kenneth “FlySolo” Coloma memulai karier kepelatihannya di Indonesia. Ia pertama kali menjadi coach bersama PABZ Esports di ajang MDL ID Season 6 pada 2022, sebelum pindah ke Pendekar Esports pada musim berikutnya. Meskipun belum mencapai hasil yang ideal bersama tim-tim tersebut, karier FlySolo justru mulai naik saat memutuskan hengkang dari Indonesia dan melatih tim-tim di region luar negeri, seperti Deus Vult (EECA), Todak (MPL MY), dan See You Soon (MPL KH), sebelum bergabung dengan Virtus.pro asal Rusia pada Mei 2025 hingga sekarang.
Meskipun sama-sama menemui tantangan untuk meraih hasil ideal bersama tim-tim Indonesia, pengalaman yang diperoleh skena kompetitif MLBB tanah air tidak diragukan lagi telah memberi dampak besar pada karier kepelatihan FlySolo dan Vren. Setelah dianggap tidak mampu membuktikan diri, kini mereka mampu menorehkan prestasi di panggung dunia dan memberikan pengaruh di dua region berbeda.
Akan menarik untuk melihat perjalanan ketiga pelatih ini di fase Wild Card setelah sama-sama kembali ke Indonesia untuk bersaing di M7 World Championship. Persaingan di babak ini tentunya akan begitu ketat, di mana hanya ada dua dari delapan tim dari fase Wild Card yang akan melaju ke fase Swiss Stage.
Akankah, ketiga Coach ini sukses membawa timnya melangkah ke babak Swiss Stage nanti? Babak Wild Card M7 World Championship akan menjadi jawabannya!
KAORI Newsline







