Harem perempuan yang suka dengan lelaki sepantarannya mungkin sudah biasa, tapi bagaimana jadinya bila kali ini mereka berebut demi seorang om-om yang telah berumur lebih dari mereka?
Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman atau Katainaka no Ossan, Kensei ni Naru atau Ossan Kensei adalah seri anime yang diangkat dari novel ringan karangan Shigeru Sagazaki dan diilustrasikan oleh Tetsuhiro Nabeshima. Anime ini tayang perdana pada musim semi 2025. Simak ulasan anime Ossan Kensei ini.
Sinopsis
Seorang instruktur pedang, Beryl, adalah sosok yang cukup dikenali di desanya. Meski begitu, orang tuanya sedikit sedih karena hingga kini, dirinya belum memiliki tunangan bahkan seorang anak. Bertepatan dengan keluhan itu, Beryl mendapatkan undangan untuk menjadi instruktur di ibu kota oleh salah satu muridnya. Memanfaatkan momen itu, orang tua Beryl, akhirnya mengusir dirinya untuk mencari pasangan di sana dan hanya kembali setelah melahirkan cucu baginya.
Premis Sederhana Di Mana Hampir Semuanya Memiliki Keterikatan dengan Karakter Utama

Premis anime Ossan Kensei ini cukup sederhana, di mana seorang instruktur telah banyak meluluskan muridnya yang kini telah sukses. Lambat laun, orang tuanya merasa kesal karena sang karakter utama telah menjadi pria paruh baya tanpa seorang istri maupun anak, dan di saat bersamaan dirinya direkrut oleh murid lamanya yang telah berada di posisi tinggi kerajaan untuk dapat merekomendasikan instruktur tersebut menjadi instruktur resmi kerajaan. Pembawaan alur cerita anime-nya dapat saya bilang dieksekusi dengan baik pada awal musimnya, di mana 5 episode utama anime ini terfokus pada latar karakter pendukung sang karakter utama. Meski ceritanya tidak begitu spesial maupun menarik, setidaknya ceritanya cukup standar saja dan tidak terasa dipaksakan sekali. Sayangnya pemaksaan cerita akan terasa menjelang akhir dari musim anime ini, yang mana seketika ceritanya berkembang dengan cepat dan menjadi sedikit monoton. Rasanya cukup signifikan dari yang sebelumnya santai dan seketika berubah menjadi cerita yang terburu-buru. Akhir dari musim-nya pun sedikit dibumbui oleh plot twist, meski begitu akhirnya terasa hambar.

Perkembangan Karakter yang Begitu Saja

Sepanjang musim, satu hal yang pasti, Beryl adalah pria paruh baya yang tidak peka dan tidak sadar atas sekitarnya. Yap, karakter utama kita memiliki sifat umum yang dimiliki oleh karakter utama dalam sebuah harem mengenai karakter utama yang tidak peka. Ia tidak sadar ia cukup disukai muridnya. Walau sebenarnya cukup wajar, ia pastinya tidak akan menyangka seorang perempuan muda akan menyukai dirinya yang sudah paruh baya, terlebih lagi gap umur yang jauh sekali. Begitu pula dengan keahliannya, ia masih menganggap dirinya sebagai instruktur biasa, padahal dirinya sendiri memiliki kekuatan yang tidak wajar dan masih di atas para muridnya yang telah sukses. Begitu pula pada karakter pendukungnya. Meski mereka menyukai Beryl, sayangnya tidak ada satupun momen atau episode yang membuat mereka ingin semakin dekat dengannya. Hingga akhir musim-pun karakter mereka juga terasa sama seperti apa yang kita kenali diawal musim. Tidak ada yang spesial dari mereka ataupun momen yang membuat kita merasa tersentuh atau bahagia atas perkembangannya.

Namun setidaknya arc di mana Beryl menjadi wali untuk anak angkat adalah momen perkembangan karakter yang sangat baik pada musim ini. Melihat Beryl yang awalnya tidak dipercayai hingga menjadi sosok yang dipercaya oleh anak angkat adalah momen yang indah untuk dilihat. Momen seperti ini juga didukung dengan visual animasi yang modern.
Berlanjut ke halaman selanjutnya.











