Sinopsis

Dewa telah memberikan “bakat spesial” bagi orang-orang terpilih, itulah yang mereka sebut sebagai pahlawan. Namun nyatanya, gelar tersebut bukanlah hal yang hebat bagi Flum Apricot. Meski dinyatakan sebagai pahlawan, Flum sebenarnya tidak merasa cocok sebagai pahlawan karena dia memiliki 0 kemampuan di segala aspek dan bakat yang bahkan tak bisa ia pergunakan. Meski begitu dia mencoba agar setidaknya dapat berguna seperti membantu memasak. Namun tanpa disadarinya, dirinya telah dijual sebagai budak dan kini ia harus berjuang melawan monster tanpa senjata atau dengan senjata terkutuk yang dapat melelehkan tubuhnya. Apa yang akan Flum lakukan untuk bertahan hidup?

Komentar

Cakra Bhirawa (KAORI Newsline)

Ah lagi-lagi premis klasik fantasi hadir lagi, “protagonis yang dibuang oleh kelompoknya”. Memang belakangan ini sepertinya premis ini semakin populer di sejumlah anime. Tentu ada yang baik, dan ada juga yang buruk. Jadi bagaimana dengan anime Roll Over and Die atau Omagoto ini?

Jujur, episode 1 ini sedikit aneh? Bukan karena jelek tapi sedikit berbeda dari apa yang saya harapkan. Oke pertama-tama, anime ini berhasil memberikan fondasi dan premis utama mengapa sang tokoh utama dibuang dan dibenci. “Benih” rasa dendam telah tertanam untuk penonton, tapi…..tidak untuk si protagonis? Selama episode perdana ini tidak terasa perasaan di mana Flum ingin membalas dendam. Malahan dia hanya ingin hidup saja. Oke itu agak aneh, sehingga saya sendiri malah binggung, jadi ini tujuan animenya ingin menjadi apa? Apakah anime balas dendam? Apakah menjadi kelompok pahlawan baru? Apakah menjadi anime petualangan? Saya masih punya banyak pertanyaan hanya dari episode 1 ini. Sehingga saya rasa ini adalah hal positif bagi saya. Pasalnya saya tidak tahu apa yang akan anime ini tampilkan ke depannya. Flum sendiri orangnya juga polos. Jadi apakah mungkin anime ini akan menunjukkan tujuannya setelah 3 episode? Nampaknya kita harus melihat dulu apa yang akan terjadi ke depannya.

Secara visual, anime ini terasa sedikit “gelap” dan bahkan tidak segan untuk menunjukkan darah atau bentuk kematian secara langsung. Ekspresi muka keji, zetsubou, dan pasrah cukup terasa. Tapi musiknya… bukanlah selera saya. Tapi saya pikir musiknya sedikit pas untuk tema “kelam” atas bakat yang dimiliki protagonis dan juga dunia yang rusak.

Oke, apakah pas untuk ditonton? Saya belum yakin, saya tertarik tapi saya juga masih belum menemukan alasan mengapa orang lain harus menonton anime ini setiap minggunya. Tapi jika kalian orang yang suka dengan premis tokoh dibuang, setidaknya anime Roll Over and Die atau Omagoto ini sedikit lebih tidak dapat diprediksi, dan itu adalah hal yang baik itu baik.

Fakta dan Data

Judul Lain “Omae Gotoki ga Maou ni Kateru to Omouna” to Yuusha Party wo Tsuihou sareta node, Outo de Kimama ni Kurashitai
Karya Asli Novel ringan karangan kiki dan diilustrasikan oleh kinta dan kodamazon
Pengisi Suara
Sutradara Nobuharu Kamanaka (Big Order, Freezing)
Desainer Karakter Takaaki Fukuyo (Fullmetal Alchemist, FLCL)
Komposisi Seri Mariko Kunisawa (Zero no Tsukaima, Handa-kun)
Lagu Pembuka
“Liberator” oleh PassCode
Lagu Penutup
“I need” oleh Yuki Tanaka
Studio A.C.G.T. (Minami Kamakura Koukou Joshi Jitensha-bu, Dies Irae)
Situs resmi https://omagoto.com/
Twitter @omagoto_anime
Mulai tayang pada 8 Januari 2026 (1530 GMT, 2230 WIB), 9 Januari 2026 (0030 JST)

Screenshot dan Video

©kiki, Quinta, kodamazon/Micro Magazine/Omagoto Production Committee
©kiki, Quinta, kodamazon/Micro Magazine/Omagoto Production Committee
©kiki, Quinta, kodamazon/Micro Magazine/Omagoto Production Committee

KAORI Newsline | Oleh Cakra Bhirawa

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses