Do Or Die? Nyawa Terakhir ONIC ID Ada di Match Lower Bracket KO Stage M7!

0
Foto: Aldin Firgiawan

Ajang turnamen Mobile Legends level dunia, M7 World Championship, sudah memasuki babak puncak di babak Knockout Stage. Sudah ada 8 tim yang dipastikan bermain di babak ini yang telah dimulai sejak 21 Januari 2026. Salah satu yang paling disorot adalah dari tim Indonesia, ONIC ID.

Selama berlangsungnya ajang M7 World Championship, tim ONIC ID menjadi sorotan oleh para fans esports MLBB karena arena performa mereka pada babak swiss stage bisa dibilang terombang-ambing alias naik turun.

Pada swiss stage round 1, mereka hampir kalah di tangan Boostgate Esports, dan match ini pun menjadi match dengan durasi terlama di fase Swiss Stage yang memakai sistem BO1. Tim “Landak Kuning” yang berisi dream team MPL ID Season 13 ini dianggap masih belum bisa memenuhi ekspektasi para SONIC, terutama ketika melihat performa mereka yang kewalahan pada fase early game.

Pada round 2, ONIC harus mengalami kekalahan atas wakil Myanmar, Yangon Galacticos. Match yang berlangsung hanya 14 menit menjadi kekecewaan para penonton. Hal itu bisa terlihat di beberapa momen di mana para pemain ONIC belum terbiasa dengan strategi tidak terduga dari Yangon Galacticos, serta sistem match BO1 yang langsung menuntut setiap tim untuk memutar otak, mengatur strategi, dan eksekusi team fight sejak awal match tanpa adanya kesempatan kedua di round selanjutnya.

Turunnya performa dari sang Raja Langit terjadi lagi saat bertemu dengan Team Spirits yang menjadi tim paling diantisipasi di M7 World Championship. Kiboy dan kawan-kawan masih belum mampu menghadapi kekuatan besar dari wakil region CIS alias Eropa Timur.

Setelah mereka mendapat pil pahit beruntun di 2 pertandingan, akhirnya mereka bangkit setelah menghadapi wakil dari Singapura, EVIL. Hasil positif ini ternyata berlanjut ke babak terakhir swiss stage (pool 2-2) dengan menghadapi salah satu tim unggulan, Team Falcons.

Membuat awal yang cukup baik dengan memenangkan game 1, sayangnya di game kedua tim Landak Kuning malah kewalahan karena kesalahan ketika drafting dan gagal mendapatkan advantage dari jungle. Di game penentuan, ONIC ID lewat Skylar akhirnya sukses melakukan manuver serangan ke arah pemain Team Falcons tanpa ampun menjadi satu-satunya player yang tidak mati di game 3. Hasil tersebut membuat ONIC ID melangkah ke babak knockout stage.

Masuk ke babak knockout stage, ONIC ID harus langsung bertemu dengan sesama wakil Indonesia, Alter Ego. Masih memakai format BO3, sayangnya sang Raja Langit harus turun ke lower bracket setelah menghadapi El Familia dengan hasil clean sweep 2-0.

Turunnya ONIC ID ke lower bracket menjadi nyawa terakhir tim ini di ajang M7 World Championship. Hal ini jadi momen krusial karena mereka harus bertemu dengan “Raja Terakhir” M-Series, Team Liquid PH yang sedang menjalani tugasnya untuk melakukan “Golden Road” alias melengkapi gelar juara 2 season MPL negaranya, gelar level regional SEA, dan gelar juara M-Series dalam 1 tahun, di ajang M7 World Series ini.

Jika dilihat dari beberapa pertemuan menghadapi Team Liquid PH, sang Raja Langit tidak pernah meraih kemenangan saat bertemu dengan mereka. Hadirnya sang jungler, Karltzy dan Oheb sebagai gold lane yang memperkuat Team Liquid PH akan menjadi pertarungan hidup dan mati bagi ONIC ID.

Jika ONIC ID bisa menghadapi Team Liquid PH, mereka akan menghadapi antara Alter Ego atau hasil match Team Spirit/Yangon Galacticos. Jika gagal, mereka akan mendapat sorotan negatif dari para fans karena roster dream team MPL ID Season 13 yang dimiliki ONIC ID ternyata belum meraih hasil maksimal.

Akankah, ONIC ID bisa menuntaskan apa yang mereka janjikan kepada para penonton Indonesia? Match ONIC ID vs Team Liquid PH pada tanggal 22 Januari 2026 akan menjadi jawabannya.

KAORI Newsline

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses