
Industri musik Jepang kembali menunjukkan taringnya di kancah global. Boy group yang tengah menjadi sorotan, ONE OR EIGHT, akhirnya merilis mini album perdana mereka yang sangat dinantikan, bertajuk “GATHER”.
Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini merupakan pernyataan tegas dari grup beranggotakan delapan orang tersebut adalah MIZUKI, NEO, REIA, RYOTA, SOUMA, TAKERU, TSUBASA, dan YUGA. Dengan mengusung misi membawa semangat “dari Jepang ke dunia”, GATHER merekonstruksi esensi Japanese cool dan memadukannya dengan produksi musik berstandar internasional yang mutakhir. Album ini menjadi titik temu di mana individualitas kedelapan anggotanya “bergabung” menjadi sebuah momentum kolektif yang siap mengguncang pasar musik global.
“TOKYO DRIFT”: Adrenalin Kecepatan Tinggi
Sebagai pembuka sekaligus focus track, ONE OR EIGHT memilih lagu “TOKYO DRIFT”. Pilihan ini bisa dibilang sangat berani dan cerdas. Lagu ini memukau pendengar dengan mengambil sampel dari tema ikonik film The Fast and the Furious: Tokyo Drift.
Dibangun di atas motif suara deru mesin yang khas, “TOKYO DRIFT” menggabungkan irama elektronik berkecepatan tinggi dengan interaksi dinamis antara lirik bahasa Jepang dan Inggris. Energinya secara sempurna menggambarkan suasana balap jalanan ilegal, percepatan tanpa henti, dan kegembiraan dalam mempertaruhkan segalanya demi kemenangan. Lagu ini menetapkan nada yang agresif dan percaya diri untuk keseluruhan album, divisualisasikan dengan apik melalui video musiknya yang juga telah dirilis.
Kolaborasi Kelas Berat: Ryan Tedder hingga Big Sean
Salah satu aspek yang membuat GATHER begitu istimewa adalah deretan nama besar di balik layar produksinya. ONE OR EIGHT tidak main-main dalam memilih kolaborator. Lagu “Don’t Tell Nobody”, misalnya, diciptakan bersama para pencetak hits global seperti Ryan Tedder (vokalis OneRepublic) dan David Stewart (produser di balik kesuksesan lagu BTS). Diproduksi oleh teknisi pemenang Grammy, Josh Gudwin, lagu ini menggabungkan melodi pop yang menular dengan ritme rap tajam, menghadirkan nuansa “HAPPY BADBOY” yang enerjik.
Sorotan utama lainnya jatuh pada “KAWASAKI”, lagu pre-debut yang sempat viral dan meraup lebih dari 10 juta penayangan di YouTube hanya dalam sepuluh hari. Dalam versi album ini, ONE OR EIGHT menghadirkan kejutan dengan menggandeng rapper ternama Amerika Serikat, Big Sean. Kehadiran Big Sean—pemenang tujuh kali BET Award—menandai kolaborasi internasional resmi pertama grup ini. Perpaduan ritme Jersey Club, bassline 808 yang berat, dan flow rap dinamis dari Big Sean semakin mempertegas posisi ONE OR EIGHT dalam lanskap musik hip-hop global.
Eksplorasi Genre: Dari Nostalgia Y2K hingga Industrial Trap
GATHER juga menjadi ajang pembuktian versatilitas musikalitas ONE OR EIGHT. Lewat lagu “DSTM”, mereka memberikan sentuhan segar pada lagu hits Rihanna, “Don’t Stop the Music”. Menariknya, lagu ini diproduksi langsung oleh Stargate, arsitek asli dari lagu tersebut. Dengan tekstur berkilau ala Y2K yang dipadukan dengan irama ketat, lagu ini menjadi jembatan antara nostalgia dan modernitas.
Di sisi lain, lagu “POWER” yang terpilih sebagai lagu tema penutup untuk anime Yoroi Shinden Samurai Troopers, menawarkan produksi urban-pop yang agresif namun catchy. Lagu ini mengeksplorasi tema ketahanan dan kekuatan yang ditemukan kembali melalui persahabatan, dengan elemen hip-hop, trap, dan R&B yang kental.
Sisi pemberontak grup ini semakin terlihat di lagu “Young & Reckless” dan “BET YOUR LIFE”. Jika “Young & Reckless” adalah anthem cerah yang merayakan kepercayaan diri dengan sentuhan soulful, maka “BET YOUR LIFE” adalah sisi mata uang yang lebih gelap. Menggabungkan elemen industrial trap, tekstur emo, dan gitar yang kasar, lagu ketujuh ini menyerukan tekad untuk mempertaruhkan segalanya—sebuah representasi harfiah dari nama grup mereka sendiri (diambil dari idiom Jepang “ippuku ka yoka” atau “all or nothing”).
Penutup yang Intim dan Langkah Masa Depan
Perjalanan mendengarkan GATHER ditutup dengan manis oleh lagu “365”. Lagu ini menggambarkan keinginan tak tergoyahkan untuk selalu berada di sisi seseorang, yang direfleksikan sebagai ikatan batin antara ONE OR EIGHT dan penggemar mereka (1DERZ). Dengan lirik yang ditulis oleh Nasri (dari band MAGIC!), lagu ini menonjolkan kemampuan vokal para anggota di atas produksi yang minimalis. Kalian bisa mendengarkan GATHER di sini.
- TOKYO DRIFT
- Don’t Tell Nobody
- DSTM
- POWER
- KAWASAKI (with Big Sean)
- Young & Reckless
- BET YOUR LIFE
- 365
Perilisan album ini hanyalah awal dari tahun yang sibuk bagi ONE OR EIGHT. Mereka dijadwalkan memulai tur live perdana mereka pada 7 Maret 2026, menyambangi kota-kota besar seperti Kobe, Nagoya, dan Yokohama. Tak hanya di Jepang, grup yang baru saja mencetak sejarah sebagai boy group Jepang pertama yang berjalan di karpet merah MTV Video Music Awards (VMA) ini juga gencar melakukan promosi di Korea Selatan dan Thailand.
Dengan peluncuran ONE OR EIGHT OFFICIAL FANCLUB “1DERZ” di Thailand dan penampilan di acara-acara musik besar Korea seperti MusicCore, M Countdown, Music Bank dan Inkigayo, ONE OR EIGHT membuktikan bahwa ambisi “Global” mereka bukan sekadar jargon marketing. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Blackstar Asia via [email protected]. GATHER adalah cetak biru identitas mereka: berani, berwawasan global, dan eksperimental tanpa kompromi.
KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.





