Tahun 2025 telah berakhir. Banyak hal-hal yang terjadi selama rentang satu tahun tersebut, termasuk sejumlah insan-insan yang telah tutup usia meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-lamanya.
Berikut ini adalah sejumlah seiyu dan insan-insan lainnya yang bergerak di dunia pengisian suara yang telah tutup usia selama tahun 2025:
Rohmat (Operator Dubbing)
Rohmat, atau yang akrab disapa Mas Roh merupakan operator dubbing Indonesia yang bernaung di bawah studio dubbing Erfas (Erfa Selaras). Erfas sendiri merupakan salah satu studio dubbing terkemuka di Indonesia yang selama ini dikenal banyak menggarap dubbing Indonesia dari berbagai seri-seri anime, tokusatsu, hingga drama Asia seperti Saint Seiya Lost Canvas, Sailor Moon Crystal, Ultraman Arc, Hanakimi, Pasta, Bread Love and Dreams, Meteor Garden, Ghost at School, DLL. Mas Roh menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 3 Februari 2025.
Adrian Warouw (Seiyu & Musisi)
Maestro Dubbing Lagu Disney Bahasa Indonesia Adrian Warouw Tutup Usia
Adrian Warouw merupakan sosok musisi, pelatih vokal, hingga seiyu yang banyak menggarap lagu-lagu Walt Disney versi bahasa Indonesia. Ia telah lama bekerja bersama Disney Character Voices International dalam menyajikan lagu-lagu untuk film-film Disney versi bahasa Indonesia. Bukan cuma itu saja, ia juga tak jarang menyumbangkan langsung suaranya dalam lagu-lagu versi bahasa Indonesia tersebut, maupun mendubbing sejumlah karakter di sejumlah film. Ia bahkan juga turut menggarap sejumlah lagu versi bahasa Indonesia untuk anime Scott Pilgrim Takes Off. Ia juga pernah menjadi juri dalam ajang Karaoke World Champion. Adrian Warouw menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 16 April 2025.
Harlan Eka Chandra (Administrator & Musisi)
Harlan Eka Chandra si Penyanyi Lagu B’t X & Virtua Fighter Versi Indonesia Tutup Usia
Harlan Eka Chandra merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam film-film yang pernah didubbing oleh stasiun televisi SCTV. Mendiang sebelumnya bertugas sebagai administrator program subtitling dan dubbing di studio dubbing SCTV yang bertugas membantu semua pihak yang terlibat dalam proses dubbingn dan subtitling secara administrasi, untuk kelancaran dalam melaksanakan tugas mereka. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Floor Director di Divisi Produksi SCTV, dan juga pernah menangani program Golden Memories Asia. Tak lupa, ia turut menyumbangkan suaranya menyanyikan lagu tema anime Virtua Fighter yang berjudul Wild Vision, B’t X yang berjudul Haruka ~SAILING FOR MY DREAM~, dan B’t X Neo yang berjudul A Piece of the Sun versi bahasa Indonesia. Harlan Eka Chandra menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Juni 2025.
Azhary (Seiyu)
Muhammad Azhary atau akrab disapa Azhary merupakan seiyu yang memulai debutnya sebagai seiyu sejak tahun 1982. Kala itu ia aktif bermain di sejumlah seri-seri sandiwara radio yang berjaya di masanya. Seiring dengan waktu ketika mulai banyak bermunculan stasiun televisi swasta dengan beragam program termasuk film-film asing yang didubbing ke dalam Bahasa Indonesia, Mendiang juga turut terjun ke bidang dubbing film.
Mendiang Azhary selama hidupnya turut aktif mendubbing sejumlah film-film produksi Walt Disney ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya adalah sebagai Dr. Heinz Doofenshmirtz dalam Phineas and Ferb. Ia juga dikenal sebagai orang Indonesia yang mendubbing sosok Bugs Bunny yang legendaris itu. Adapun seri-seri anime dari Jepang banyak yang telah ia dubbing. Di antaranya adalah sebagai Tamahome dalam anime Fushigi Yuugi, Amon dalam Dragon League, Maya Yumekoji dalam Aikatsu, Inspektur Matsumoto dalam Detektif Conan, termasuk Senshi dalam anime Delicious In Dungeon. Azhary menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 1 Agustus 2025.
Tomo Sakurai (Seiyu)
Tomo Sakurai merupakan seiyu asal Jepang yang memulai debutnya pada tahun 1987, kala itu ia tergabung dalam grup idol Lemon Angel, sebelum akhirnya banting setir ke ranah seiyu. Ia telah terlibat di berbagai seri anime. Beberapa judul anime yang pernah dibintanginya di era 90-an adalah Macross 7 (sebagai Mylene Flare Jenius), Samurai X (Misao Makimachi), Shinpi no Sekai El-Hazard (sebagai Shayla-Shayla), dan Saint Tail (sebagai Maimi Haneoka). Tomo Sakurai juga pernah mengisi seri-seri anime lainnya, seperti Fatal Fury: The Motion Picture (sebagai Sulia Gaudeamus), Shakugan no Shana (sebagai Chigusa Sakai), dan Gintama (sebagai Hinowa). Dirinya juga turut tampil di berbagai judul anime terkini, seperti Ushio & Tora (sebagai Koushi) dan Kabaneri of The Iron Fortress (sebagai ibunya Mumei).
Selain sebagai seiyu, Sakurai juga berkarir di dunia tarik suara. Dia menyanyikan lagu tema berbagai judul anime, seperti Lemon Angel, Super Doll Lucca-chan, My-Otome, dan The World God Only Knows. Selain itu, sebagai Mylene Jenius, Sakurai juga ikut menyanyikan beberapa lagu di seri anime Macross 7. Selama berkarir sebagai penyanyi, Tomo Sakurai telah merilis empat single dan 16 album. Tomo Sakurai menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 13 Agustus 2025.
Takaya Hashi (Seiyu)
Seiyu Takaya Hashi Tutup Usia
Nama Takaya Hashi lekat dengan berbagai karakter populer. Ia mengisi suara Toki di Fist of the North Star, Pharoh 90 di Pretty Guardian Sailor Moon Crystal, Kyohei Mizoguchi di Fafner, hingga Dogstorm atau Inuarashi di One Piece. Selain itu, ia juga dikenal lewat perannya sebagai James Moriarty di Fate/Grand Carnival, Donovan Desmond di Spy×Family, James Black di Detective Conan, serta Teddy Bomber di Cowboy Bebop. Tak hanya di anime, Takaya Hashi juga dipercaya mengisi suara Severus Snape versi Jepang untuk film Harry Potter, memperkuat posisi dirinya sebagai sosok serba bisa. Takaya Hashi menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Agustus 2025.
Asdi Suhastra (Seiyu)
Asdi Suhastra memulai debutnya sebagai seiyu sejak bergabung bersama Sanggar Prathivi dan aktif bermain di sejumlah seri-seri sandiwara radio yang berjaya di masanya, seperti Tutur Tinular, Mahkota Mayangkara, Ibuku Malang Ibuku Tersayang, Getar2 Manusia Pilihan, Pelangi Diatas Gelagah Wangi, Asmara di Tengah Bencana. Seiring dengan waktu ketika mulai banyak bermunculan stasiun televisi swasta dengan beragam program termasuk film-film asing yang didubbing ke dalam Bahasa Indonesia, Mendiang juga turut terjun ke bidang dubbing film, di antaranya seri Mahabhrata yang pernah berjaya di awal 90an. Namun, kiprah mendiang di bidang pengisian suara lebih banyak di bidang narasi seperti video iklan, komersial, layanan masyarakat, DLL. Salah satu karyanya yang ikonik adalah narasi peringatan merokok yang sering terdapat pada iklan-iklan rokok. Asdi Suhastra menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 25 September 2025.
Armand Donida (Seiyu)
Suharman alias Armand Donida memulai debutnya sebagai seiyu sejak bergabung bersama Sanggar Prathivi dan aktif bermain di sejumlah seri-seri sandiwara radio yang berjaya di masanya. Ia juga aktif di beberapa radio yang tengah bertumbuhan di masanya. Kemudian seiring dengan larhinya TV swasta, mendiang bergabung dengan RCTI menjadi narator resmi untuk program-program RCTI (termasuk SCTV saat masih menjadi “saudara” RCTI di era 90an), termasuk menjadi komentator siaran Piala Thomas/Uber yang saat itu ditayangkan RCTI. Mendiang resmi pensiun dari RCTI pada tahun 2007, namun masih dipercaya RCTI hingga tahun 2010. Selepas meninggalkan RCTI, mendiang sempat bergabung menjadi narator TVRI hingga tahun TVRI. mendiang juga yang menjadi pencetus jingle TVRI saat ini yang berbunyi “TVRI, Saluran Pemersatu Bangsa”. Armand Donida menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 1 Oktober 2025.
Ika Zidane (Seiyu)
Ika Swastika, atau dikenal juga sebagai Ika Zidane memulai debutnya sebagai seiyu sejak tahun 1996. Awalnya ia lebih aktif berkarier sebagai penerjemah. Kemudian atas dorongan dari kakaknya, ia mulai menekuni karier sebagai seorang seiyu. Mendiang sendiri adalah adik dari Anita Riyadi yang merupakan seiyu Doraemon pertama di Indonesia. Yang menarik, bertahun-tahun kemudian mendiang sempat melanjutkan jejak kakaknya mendubbing Doraemon, tatkala dirinya dipercaya untuk mendubbing Doraemon dalam film Stand By Me Doraemon.
Salah satu momen yang cukup menentukan dalam karier mendiang Ika Zidane adalah saat ia bergabung dengan stasiun televisi Indosiar, dan aktif mendubbing berbagai film di sana. Beberpa film yang pernah didubbing mendiang di antaranya adalah seri anime Digimon (pernah menjadi Sora, Togemon, Hikari, hingga Renamon), seri anime Sailor Moon (pernah menjadi Setsuna Meio/Sailor Pluto). Tak hanya menjadi seiyu, mendiang juga aktif menjadi pengarah dialog yang menyutradarai proses dubbing sejumlah film, di antaranya adalah seri dorama Hanakimi. Di luar Indosiar, mendiang juga pernah mendubbing Hello Kitty, dan juga sejumlah film seperti Code Lyoko di Space Toon (sebagai Jeremy) hingga mendubbing Ninja Hattori di RCTI. Dan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mendiang sempat meneruskan jejak sang kakak mendubbing Doraemon dalam film 3D Stand By Me yang tayang di RCTI dan Netflix. Saat ini putranya, Zidane juga telah melanjutkan jejak sang ibu menjadi seiyu. Ika Zidane menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 20 Oktober 2025.
Edi Dhosa (Seiyu)
Edi Setiono, atau lebih dikenal sebagai Edi Dhosa adalah salah seorang generasi pelopor di kalangan para seiyu. Dahulu ia bergabung bersama Sanggar Prathivi dan aktif bermain di sejumlah seri-seri sandiwara radio yang berjaya di masanya. Seiring dengan waktu ketika mulai banyak bermunculan stasiun televisi swasta dengan beragam program termasuk film-film asing yang didubbing ke dalam Bahasa Indonesia, Mendiang juga turut terjun ke bidang dubbing film.
Selain berjaya di sandiwara radio, mendiang yang akrab disapa Edhos ini juga merupakan salah seorang seiyu yang dikenal banyak mendubbing sejumlah anime Jepang pada era 2000an. Bersama mendiang Daryono si Raja Anime, mereka telah menggarap dubbing berbagai judul anime seperti One Piece, Crayon Shinchan, Kobo-chan, Cardcaptor Sakura, Bobobo, Tico and Friends, Ninku, Shaman King, dan sederet judul lainnya. Di masa senjanya sendiri mendiang masih membaktikan dirinya di bidang sandiwara radio yang telah lama ditekuninya sejak masa kejayaan Sanggar Prathivi. #Kaoreaders bisa mendengar sejumlah karya-karyanya di akun Youtube resmi EDHOS PRODUCTION. Edi Dhosa menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Desember 2025.
KAORI Nusantara turut berbelasungkawa atas kepergian mereka semua. Semoga segala amal mereka dapat diterima di sisinya, diampuni dosa-dosanya, dan diberikan ketabahan bagi yang ditinggalkan. Dan semoga legacy dan karya mereka tetap akan terkenang, tak lekang oleh waktu.
KAORI Newsline











