Grup idol asal Jepang Sora kara no Shinryakusha mendadak jadi sorotan setelah manajemen mengumumkan pemecatan dua anggotanya karena kepergok “main” dengan fans. Pengumuman itu dirilis pada 27 Januari 2026 dan langsung memicu reaksi luas dari penggemar. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut tindakan tersebut melanggar kontrak idol, sehingga keputusan tegas pun diambil tanpa banyak basa-basi.
Dua Anggota Dicoret Sekaligus
Nama Agehasan Bot dan Ruki Kirinaga menjadi pusat perhatian dalam kasus ini. Keduanya dikeluarkan dari Sora kara no Shinryakusha karena pelanggaran yang sama, yakni kepergok “main” dengan fans. Tak lama setelah pengumuman, seluruh akun media sosial kedua idol tersebut langsung dihapus, menandakan bahwa keputusan ini bersifat final dan tidak bisa ditawar.
Keputusan Berat untuk Membubarkan Grup
Di hari yang sama, manajemen juga mengumumkan bahwa Sora kara no Shinryakusha akan resmi dibubarkan. Konser terakhir dijadwalkan pada 8 Maret 2026 di Kanda, Tokyo. Dengan hanya menyisakan tiga anggota, masa depan grup dinilai tidak lagi realistis. Perjalanan grup idol yang baru berjalan sekitar satu tahun ini pun harus berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.
Sosok Agehasan Bot yang Paling Disorot
Dari semua anggota, Agehasan Bot bisa dibilang paling dikenal publik. Sosoknya di Sora kara no Shinryakusha sempat mencuri perhatian lewat photobook bersama Weekly Playboy dan perilisan image DVD. Dengan popularitas tersebut, banyak yang menilai kariernya di dunia gravure masih terbuka, meski kemungkinan besar harus menggunakan nama panggung baru.
Fenomena Lama di Dunia Idol Jepang
Kasus seperti ini bukan hal baru di industri hiburan Jepang. Kasus kali ini hanya menjadi contoh terbaru dari panjangnya daftar idol yang tersandung skandal hubungan asmara. Kontrak yang melarang idol berpacaran masih lazim diterapkan, meski sering diperdebatkan secara moral dan hukum. Dalam praktiknya, aturan ini tetap dijadikan dasar untuk sanksi tegas.
Larangan Fans Hadiri Acara Mendatang
Hal lain yang menarik perhatian adalah larangan bagi fans yang terlibat untuk menghadiri acara mana pun yang dikelola pihak manajemen. Keputusan ini menunjukkan bahwa pihak pengelola mengetahui identitas fans terkait dan ingin memberi efek jera.
KAORI Newsline | Sumber





