Langgeng selalu pak kades dengan para haremnya. Pertarungan malam tidak akan pernah selesai tanpa ada hasil yang memuaskan!
Isekai Nonbiri Nouka atau Farming Life in Another World, adalah seri novel karangan Kinosuke Naito di situs Shousetsuka ni Narou sejak tahun 2016. Seri ini diadaptasi menjadi komik pada tahun 2017 dan anime pada tahun 2023.
Komik Farming Life in Another World diterbitkan di Indonesia pertama kali oleh penerbit Phoenix Gramedia Indonesia pada tahun 2024. Volume ketiga terbit pada tanggal 28 November 2024 dan dibanderol seharga 65.000 rupiah (untuk Pulau Jawa). Inilah ulasan volume ketiga dari komik Farming Life in Another World.
Sinopsis

Naga yang tiba-tiba menyerang desa ternyata adalah kakak perempuan Doraim, Hakuren! Setelah itu, Hakuren bergabung di desa dan membuat Hiraku kewalahan. Sementara penduduk baru desa bertambah banyak dan ramai, Fraurem malah membawa XXX Raja Iblis!
Penceritaan Komik – Kisah Pak Kades yang Berusaha demi Desanya

Kali ini cerita sudah mulai berubah menjadi bagaimana berinteraksi dengan bangsawan hingga membangun hubungan antar dan dalam desa. Dapat dibilang slow-life sudah mulai pudar secara perlahan, meski kalian masih dapat merasakannya. Ya mungkin inilah efek isekai apalagi dengan tema bertani yang kemudian membuat desa. Saat konsep desa diperkenalkan maka lambat laun politik dan pembuatan sistem desa pasti akan diceritakan. Hal yang cukup saya nantikan karena itu juga alasan mengapa saya menyukai seri Tensura, namun juga mengapa saya kurang menyukainya seiring waktu. Kekentalan politik menjadi warna dari pembangunan, sehingga rasa perkembangan bersama sang karakter terputus. Untuk saat ini volume ketiga komik ini masih mempertahankan koneksi kita bersama pak kades, mulai dari bagaimana pak kades berinteraksi dengan sekitar atau bagaimana ia mencoba untuk tetap menceritakan perspektif dirinya di manapun.
Lelucon khas komik ini akan kesalahpahaman hingga pertarungan malam masih tetap ada, sehingga bila kalian mencari sensasi itu tidak perlu khawatir karena kalian masih tetap merasakannya. Tapi karena fokusnya sekarang lebih ke arah politik dan hubungan antar desa kini terasa lebih strategi, meski begitu sang pak kades seperti biasa hanya mengucapkan apa yang dirinya rasa cukup wajar tanpa memaksakan kehendak.
Oh ya satu hal yang menarik dalam volume ini adalah pembahasan lebih dalam mengenai ras dan sistem politik yang ada. Bila sebelumnya terasa sekilas dan terasa seperti yang penting ada, kini komik ini mencoba menjelaskan secara perlahan-lahan mengenai dunia di luar desa ini.
Penggambaran Komik – Lebih Banyak Ras untuk Dikenali

Tentunya karena kita kedapatan ras baru, maka semakin seru untuk melihat bagaimana komik ini menggambarkan setiap ras yang ada. Seperti biasa setiap ras dan karakter baru yang diperkenalkan komik ini sangat imut dan cukup waifuable. Setidaknya beberapa karakter baru telah menjadi warga yang dengan senang hati bertarung bersama pak kades setiap malamnya.
Kesimpulan

Secara cerita mungkin sejauh ini volume ketiga terasa agak berbobot dikit, karena saya pribadi hanya ingin membaca untuk menikmati dunia dan lelucon yang dibawakan. Tapi untuk membahas langsung politik dan lainnya, saya pikir saya saat ini bukan dalam mood yang baik untuk berpikir ekstra demi world building. Tapi saya rasa adanya world building di sini cukup membantu agar kita semakin paham apa saja yang ada di dunia ini, dan bagaimana pak kades dapat berkembang bersama karakter yang ada.
Seperti sebelumnya, volume ketiga ini dibanderol seharga 65 ribu rupiah (untuk Pulau Jawa). Kualitas cetak masih konsisten dan packing-nya masih sama dengan menggunakan book cover. Gaya bahasa dari volume ketiga ini juga masih sama. Namun karena sudah semakin banyak harem yang dipertunjukkan, masalah klasik yang hadir dalam dunia fantasi muncul yakni mengenai penamaan asing dalam bahasa Indonesia. Saya bukanlah pakar, tapi kadang saya binggung saja. Sebagai contoh ras elf disebut sebagai high elf, tapi ketika ada dark elf malah menjadi elf berkulit gelap? Tapi ternyata berubah menjadi elf gunung? Kenapa tidak sekalian aja menggunakan kata asing berhubung elf satunya lagi sudah pakai kata asing? Ya hal sepele sih karena seri ini jarang menyebut nama ras secara langsung.
Untuk kali ini karena fokus ceritanya sudah perlahan menyentuh politik dan pemerintahan desa, saya rasa jika kalian hanya ingin baca tanpa banyak mikir, volume ketiga ini bukanlah pilihan terbaik untuk dibaca. Namun bila kalian memang menyukai seri dan premis komik ini, setidaknya kalian akan merasa puas karena perlahan-lahan dunia yang ditempati pak kades ini mulai dijelaskan.
Baca juga:
Ulasan Komik Farming Life in Another World Vol.2: “Prestasi” Pak Kades Memperbesar Desa
KAORI Newsline | Oleh Cakra Bhirawa











