Pak kades kini semakin sibuk, bukan hanya kehidupan malamnya, tapi juga kesehariannya. Kisahnya pun kini semakin penuh warna dan kejutan.
Isekai Nonbiri Nouka atau Farming Life in Another World, adalah seri novel karangan Kinosuke Naito di situs Shousetsuka ni Narou sejak tahun 2016. Seri ini diadaptasi menjadi komik pada tahun 2017 dan anime pada tahun 2023.
Komik Farming Life in Another World diterbitkan di Indonesia pertama kali oleh penerbit Phoenix Gramedia Indonesia pada tahun 2024. Volume keempat terbit pada tanggal 16 Januari 2025 dan dibanderol seharga 65.000 rupiah (untuk Pulau Jawa). Inilah ulasan volume keempat dari komik Farming Life in Another World.
Sinopsis

Ternyata festivalnya kompetisi bertarung! Sementara pembangunan desa baru berjalan lancar, panitia festival mengalami kesulitan. Akhirnya, festival yang akan diadakan di Desa Pohon Perkasa ditentukan menggunakan undian dan hasilnya adalah.. kompetisi bertarung! Acara yang bertentangan dengan kata santai ini pun dimulai!
Penceritaan Komik – Semua Demi Pak Kades

Topik volume ini adalah ekspansi, lebih tepatnya memperbesar desa dengan adanya desa kedua. Karena warga desa semakin banyak dan desa sudah mulai padat, maka mandat pak kades adalah untuk membangun desa baru yang ke depannya juga dapat swasembada dan mandiri. Sama seperti volume sebelumnya, topik pembangunan masih cukup kental sehingga banyak chapter dalam volume ini yang fokus membahas perencanaan pembangunan desa kedua, mulai dari di mana akan dibuatnya desa tersebut hingga bagaimana desa akan mandiri. Banyak hal kecil yang mungkin tidak akan kalian sadari seperti mengapa warga memilih untuk membuat jembatan kecil daripada jembatan besar, di mana warga waspada jika ada jembatan besar maka peluang monster untuk berpindah dari satu sisi sungai ke sisi lainnya akan semakin besar.
Volume ini juga turut membahas keseharian yang kerap dilakukan pak kades dari pagi hingga malam hari, dari bangun tidurnya hingga mandi malam. Namun yang membuat volume ini semakin seru adanya aksi pertarungan..? Ya lambat laun namanya juga slow life di dunia lain, nampaknya kurang afdol kalau belum ada aksi pertarungan. Tapi bukan berarti pertarungan di sini adalah perang, namun hanya sekedar “festival” untuk unjuk gigi. Setidaknya ada bumbu yang berbeda untuk mewarnai sedikit cerita slow life dalam seri ini. Saya hanya berharap momen ini tidak terlalu banyak, karena saya jujur hanya ingin menikmati bagaimana sang protagonis menikmati hidup secara normal.
Penggambaran Komik – Ada Aksi dan Ada Reaksi

Seperti yang saya sampaikan karena ada aksi pertarungan, penggambaran menjadi sedikit berbeda terutama pada chapter akhir volume ini. Meski begitu ini bukanlah pertarungan yang dapat membuat pembaca mengenangnya, aksinya cukup sederhana dan cepat. Hanya dalam beberapa panel kalian dapat melihat hasil dari pertarungan ini. Setidaknya kalian masih tetap merasakan konsistensi gambar yang imut.
Kesimpulan

Volume keempat juga dibanderol dengan harga yang sama yakni 65 ribu rupiah (untuk Pulau Jawa) tanpa ada perbedaan kualitas dan tetap mempertahankan konsistensinya. Gaya bahasanya masih sama mudah diikuti, namun satu hal yang menarik yang saya jumpai adalah saya melihat adanya catatan penerjemah. Jujur sudah jarang sekali saya melihat catatan ini dalam terbitan komik lokal, kalaupun menemukan biasanya untuk hal yang benar-benar asing. Sayangnya kenapa harus dibuat catatan hanya untuk BGM? Ya saya tahu pembaca tidak semuanya paham jargon tipe musik, hanya saja cukup unik aja. Selain itu saya tidak punya banyak keluhan sejauh ini.
Volume keempat masih bertemakan perencanaan desa dan festival, saya rasa masih kurang momen yang menarik dari premis slow life dalam volume ini. Sehingga bagi kalian yang mencari perasaan seperti volume pertama saya rasa masih kurang mengena. Saya rasa ke depannya momen seperti volume pertama akan berkurang karena pak kades sudah semakin besar. Namun setidaknya saya sedikit puas dapat melihat banyak karakter turut berpartisipasi sehingga rasanya semakin hidup.
Baca juga:
Ulasan Komik Farming Life in Another World Vol.3: “Bermain” Bersama Pak Kades
KAORI Newsline | Oleh Cakra Bhirawa











