Pria Bengal Dari Hokkaido Bikin Foto-Foto Tidak Senonoh Para Seleb Jepang Dengan AI

0
kriminalitas di Jepang
© Sankei Shimbun

Sebuah kasus baru kembali menambah daftar panjang kriminalitas di Jepang setelah polisi Tokyo menangkap seorang pria asal Hokkaido yang diduga memproduksi ratusan ribu gambar tidak senonoh menggunakan AI. Peristiwa ini langsung menghebohkan publik karena melibatkan figur publik dan teknologi yang seharusnya dipakai untuk hal positif.

Modus Operandi yang Terencana

Dalam periode Desember 2024 hingga Mei 2025, tersangka bernama Tatsuro Chiba disebut mengunggah belasan gambar ke internet dan membuka akses berbayar. Praktik ini menunjukkan bagaimana kriminalitas di Jepang kini makin canggih, memanfaatkan celah teknologi untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampaknya.

Produksi Massal dengan Bantuan AI

Penyelidikan menemukan bahwa sejak musim panas 2023, Chiba melatih alat AI dengan ratusan foto orang, termasuk idol perempuan, lalu memproduksi lebih dari 500.000 gambar palsu. Skala ini memperlihatkan wajah baru kriminalitas di Jepang yang tidak lagi bergantung pada cara-cara konvensional.

Uang, Popularitas, dan Motif Pribadi

Dari aktivitas tersebut, tersangka diduga meraup sekitar 11 juta yen yang dipakai untuk hiburan dan mengejar selebriti. Motif ini menegaskan bahwa kriminalitas di Jepang juga bisa dipicu oleh obsesi dan keinginan hidup mewah yang ditempuh dengan jalan pintas.

Fenomena “Deepfake” yang Makin Meresahkan

Konten semacam ini dikenal sebagai “sexually explicit deepfakes” dan kini tidak hanya menargetkan selebriti, tetapi juga orang biasa. Beberapa kasus serupa sudah muncul, membuktikan bahwa kriminalitas di Jepang mulai menyentuh ruang pribadi dan lingkungan kerja hingga sekolah.

Reaksi Pemerintah dan Platform Digital

Melihat lonjakan konten bermasalah, pemerintah Jepang bahkan meminta platform besar untuk bertindak lebih tegas. Langkah ini dianggap penting agar kriminalitas di Jepang di ranah digital tidak berkembang tanpa kendali dan terus merugikan banyak pihak.

Pelajaran Besar di Era Teknologi

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi selalu datang dengan risiko. Di tengah maraknya AI, publik dihadapkan pada tantangan baru soal etika, keamanan, dan privasi. Jika tidak diawasi, kriminalitas di Jepang berpotensi semakin kompleks dan sulit dibendung, sekaligus meninggalkan luka panjang bagi para korban yang namanya dicatut tanpa izin.

KAORI Newsline | Sumber

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses