Polisi Jepang Curi TCG Demi Judi Kuda

0
kepolisian Jepang
© Anime "Uma Musume Pretty Derby Season" Production Committee / Gambar hanyalah ilustrasi

Kriminalitas di Jepang kembali menjadi sorotan publik setelah seorang polisi di Prefektur Saitama ditangkap karena mencuri kartu trading anime yang seharusnya disimpan sebagai barang bukti. Penangkapan ini terjadi pada 7 Januari 2026 dan langsung memicu perbincangan luas karena pelakunya justru berasal dari divisi yang bertugas menegakkan hukum.

Identitas dan Pengakuan Mengejutkan

Pelaku diketahui bernama Toshiyuki Fujioka, 25 tahun, anggota divisi penyelidikan kriminal di Kantor Polisi Hanyu. Dalam pemeriksaan, Fujioka mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa uang hasil penjualan kartu tersebut habis dipakai untuk berjudi pacuan kuda. Ia bahkan menyebut tidak mampu menahan dorongan untuk terus berjudi, sebuah pengakuan yang memperlihatkan sisi gelap kriminalitas di Jepang dari orang dalam institusi sendiri.

Aksi Pencurian yang Terencana

Menurut kepolisian, Fujioka mencuri sembilan kartu trading dari ruang penyimpanan barang bukti antara 11 Oktober hingga 25 November 2025. Delapan kartu kemudian dijual ke toko barang bekas dengan total sekitar 740 ribu yen, dengan satu kartu termahal laku sekitar 270 ribu yen.

Celakanya, Barang Bukti Kasus Lain

Kartu-kartu tersebut sejatinya merupakan bagian dari barang bukti yang disita dalam kasus pencurian di beberapa toko di wilayah Saitama. Fujioka sendiri adalah penyelidik utama dalam perkara itu, sehingga memiliki akses langsung ke ruang penyimpanan. Ironisnya, kepercayaan yang diberikan justru dimanfaatkan untuk melakukan kriminalitas di Jepang dari dalam sistem. Aksi ini sendiri terungkap ketika seorang penyelidik lain menyadari ada kartu yang hilang saat hendak mengambil barang bukti. Dari situ, pemeriksaan internal dilakukan dan jejak mengarah ke Fujioka. Inspektur kepala Kepolisian Prefektur Saitama, Katsuya Saito, menyatakan penyesalan mendalam atas penangkapan tersebut dan menegaskan akan bertindak tegas sesuai hasil penyelidikan.

KAORI Newsline | Sumber

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses